Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 September 2014

Tips Dapatkan Pria Idaman Dalam 30 Hari

Untuk mendapatkan Mr.Right, Anda juga perlu menjadi Ms. Right. Karena itu, ada langkah-langkah yang bisa Anda praktekkan. Siapa tahu, dalam waktu 30 hari, Anda bisa menemukan pria idaman yang selama ini Anda cari!

10 Hari Pertama
Make over penampilan
Perubahan baru bisa membuat hidup Anda lebih bersemangat. Awali perubahan dengan mengganti gaya potongan rambut, atau mewarnai rambut. Pilih warna yang sesuai dengan warna kulit. Dijamin, penampilan Anda bisa bikin orang-orang terdekat pangling. Agar penampilan makin stylish, sisihkan dulu baju-baju Anda yang berwarna gelap. Mulailah memakai warna-warna cerah. Dengan begitu, mood juga bisa ceria.

Diet, yuk!

Supaya busana makin terlihat oke di tubuh, lakukan diet dan olahraga teratur. Tak perlu diet mati-matian. Cobalah mengurangi porsi makanan, dan ganti camilan manis dengan buah-buahan. Selain itu, lakukan jogging atau berjalan kaki selama 20-30 menit di sekitar kompleks rumah tiap pagi atau sore.

10 Hari Kedua
Bergabung di komunitas
Anda suka jalan-jalan, mulailah bergabung di komunitas travelling. Atau, hobi motret? Jangan ragu menjadi anggota komunitas fotografi. Di sini Anda bisa menciptakan lingkungan pertemanan baru. Teman baru, berarti wawasan baru. Plus, Anda juga bisa berkenalan dengan ‘calon-calon’ Mr. Right.

Kunjungi tempat kumpul pria

Arena bowling, bilyar, dan gym, adalah area-area hang out ini memang tempat kumpulnya para pria. Biasanya waktu yang paling ramai, sepulang kantor atau di akhir pekan. Sesekali ajak teman-teman wanita Anda untuk kumpul-kumpul di tempat ini. Plus, jangan malu-malu untuk mencoba bermain. Bila bertemu dengan pria menarik, tak ada salahnya Anda sekadar menyapa, “Hi!”

10 Hari Ketiga
Seleksi sebelum memilih
Jika sudah ada beberapa pria pilihan, Anda bisa mengenali mereka lebih jauh. Ajak mereka sering-sering ngobrol di telepon. Dari obrolan telepon Anda juga bisa mendeteksi karakter dan kepribadiannya. Dari sini, Anda bisa menyeleksi siapa paling cocok dengan Anda. Bila biasanya mudah jatuh hati pada pria tipe bad boy, kali ini cobalah mendekati pria yang sifatnya bertolak belakang dari itu. Sudah saatnya, membuka peluang untuk Mr. Nice Guy!

Saatnya berkencan

Terima ajakan si dia berkencan. Kencan berkualitas bukan berarti Anda berdua selalu bertemu. Beri jeda waktu beberapa hari dari satu kencan ke kencan berikutnya. Dengan begitu, Anda berdua bisa menikmati dan mengevaluasi perasaan yang muncul usai berkencan.

Buat dia mau berkomitmen

Kalau Anda sudah merasa sreg dengan seseorang, dan si dia telah memberikan lampu hijau, sebaiknya ajak dia ke acara-acara bersama teman atau keluarga. Bila dia merasa nyaman, berarti dia bukan tipe yang takut berkomitmen. Dan, bisa jadi dialah calon suami yang potensial.

sumber http://www.unikaja.com/2010/11/inilah-tips-jitu-dapatkan-pria-idaman.html

Published with Blogger-droid v2.0.1

Jumat, 29 Agustus 2014

Tips Terbaik Budidaya Dan Menanam Apel

Apel adalah jenis Buah-buahan yang menghasilkan, Buah apel biasanya berwarna merah kulitnya jika telah masak, telah siap untuk di makan, Namun bisa juga kulinya berwarna hijau dan kuning. Dan kulit buahnya agak lembek, Daging buahnya keras Dan juga memiliki beberapa biji di dalam dagingnya.

Yang pertama sekali di tanam buah apel tersebut di daerah Asia tengah, Dan kini apel telah berkembang di banyak daerah di dunia yang bersuhu udaranya lebih dingin. Apel adalah merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah asaia barat dengan iklim subtropis. Dan di negara indonesia telah di tanam semenjak tahun 1934 hingga saat sekarang ini.

 Tips Terbaik Budidaya Dan Menanam Apel


Jenis tanaman apel menurut Sistematika tanaman apel termasuk dalam :

1. Divisio : Spermatophyta
2. Subdivisio : Angiospermae
3. Klas : Dicotyledonae
4. Ordo : Rosales
5. Famili : Rosaceae
6. Genus : Malus
7. Spesies : Malus sylvestris Mill

Dari Spesies sylvestris Mill tersebut Terdapat bermacam-macam varietas yang memiliki Ciri-ciri atau kekhasan yang tersendiri. Beberapa varietas Apel unggulan antara lain adalah : Rome Beauty, Manalagi, Anna, Princess noble, Dan Wangli/Lali jiwo. Nah berikut di bawah ini Lansung saja kita pada inti artikel Tips Terbaik Menanam Dan Budidaya Apel tersebut.

Manfaat Tanaman

Buah apel banyak mengandung Vitamin C  Dan B, Selain dari itu buah apel kerap menjadi pilihan para pelaku diet sebagai makanan Substitusi.

Sentra Penanaman

Di Negara Indonesia Buah apel dapat tumbuh dan berbuah, Baik pada daerah yang dataran Tinggi. Sentra produksi buah apel di daerah malang (Batu dan Poncokusumo) Dan juga pasuruan (Nongkojajar), Jatim. Di daerah ini buah apel telah di usahakan semenjak tahun (1950) Kemudian berkembang pesat pada tahun (1960) sampai saat ini. Selain dari itu, pada daerah yang banyak di tanami buah apel adalah di jawa timur, (Kayumas-Situbondo, Banyuwangi) Di jawa tengah (Tawangmangu), Di daerah bali (Buleleng dan Tabanan), Di Nusa tenggara barat dan Nusa tenggara timur Juga Sulawesi selatan, Sedangkan sentra penanaman di dunia berada di Eropa, Amerika, Dan Australia. 


Syarat Tumbuh

1. Iklim

1. Curah hujan yang ideal adalah (1.000-2.600 mm/Tahun Dengan hari hujan 110-150 hari/tahun). Dalam setahun banyaknya bulan basah atau hujan adalah 6-7 bulan dan bulan kering 3-4 bulan. Curah hujan yang tinggi pada saat berbunga akan menyebabkan bunga gugur sehingga tidak dapat menjadi buah.

2. Tanaman Apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara (50-60%) di setiap harinya. Terutama pada saat Pembungaan.

3. Suhu yang sesuai berkisar antara (16-27Derajat C).

4. Kelembaban udara yang di kehendaki atau di butuhkan tanaman Apel sekitar (75-85%).


Media Tanam

1. Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam, Mempunyai lapisan Organik Yang tinggi, Dan Struktur tanahnya Remah dan Gembur, Mempunyai Aersi, Penyerapan Air, Juga Porositas baik. Sehingga pertukaran Oksigen dan pergerakan hara dan kemampuan penyimpanan airnya Optimal.

2. Tanah yang cocok adalah Latosol, Andosol dan Regosol.

3. Derajat keasaman tanah pH yang cocok untuk tanaman apel adalah 6-7 dan kandungan air tanah yang di butuhkan adalah air yang tersedia.

4. Dalam pertumbuhanya tanaman apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup.

5. Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman, Sehingga apabila masih memungkinkan di buat terasering maka tanah masih layak di tanamkan.

Ketinggian Tempat

Tanaman Apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian (700-1200 m dpl) Dan dengan ketinggian Optimal (1.000-1.200 m dpl).

Pedoman Budidaya

1. Pembibitan

Perbanyakan tanaman apel di lakukan secara Vegetatif dan generatif. Perbanyakan yang baik dan lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari Induknya. Teknik perbanyakan generatif di lakukan dengan biji, Sedangkan perbanyakan Vegetatif di lakukan dengan Okulasi atau penempelan (Budding) Atau Sambungan (Grafting) dan Stek.

1. Persyaratan Benih : Syarat batang bawahmerupakan Apel liar, Perakaran luas dan kuat, Bentuk pohon kokoh, Mempunyai daya adaptasi yang tinggi, Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memiliki Sifat-sifat Unggul.

2. Penyiapan Benih : Penyiapan benih di lakukan dengan cara perbanyakan batang bawah di lakukan Langkah-langkah sebagai berikut yang di bawah ini :

A. Anakan/Siwilan 

1. Ciri-ciri anakan yang diambil adalah setinggi 30 cm, diameter 0,5 cm, Dan kulit batang Kecoklatan.

2. Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah di sekitar pohon, Kemudian anakan di cabut beserta Akar-akarnya secara berlahan-lahan dan Berhati-hati.

3. Setelah anakan di cabut, anakan di rompes dan cabang-cabang di potong, kemudian di tanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm.

B. Rundukan (Layering)

1. Bibit hasil rundukan dapat di peroleh dengan dua cara yaitu :

1. Anakan pohon induk liar : Anakan yang agak panjang di rebahkan melekat tanah, Lalu cabang di jepit kayu dan di itmbin tanah. Penimbunan di lakukan Tiap-tiap mata dan apabila telah cukup kuat tunas dapat di pisahkan dengan cara memotong cabangnya.

2. Perundukan tempelan batang sawah : Dilakukan pada waktu tempelan di buka (2 Minggu) Yaitu dengan memotong  2/3 bagian penampang batang sawah. sekitar 2 cm diatas tempelan, dan bagian atas karatan di benamkan di dalam tanah lalu di tekuk lagi keatas. Kemudian pada tekukan di beri penjepit kayu atau Bambu.

2. Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan, di lakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut di bawah keratan atau tekukan. Lalu bekas luka diolesi defolatan.

C. Stek

Stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm (Diameter seragam dan lurus), Sebelum di tanam bagian bawah stek di celupkan larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan Akar. Dan jarak penanaman (30 x 25 cm) Tiap bedengan di tanami dua baris, Dan stek siap diokulasi pada umur 5bulan, dan dia meter batang 1 cm dan perakaran cukup kuat.

Teknik Pembibitan

A. Penempelan.

1. Pilih batang bawah yang memenuhi syarat, yaitu yang telah berumur 5 bulan, dan diameter batang ± 1 cm dan kulit batangnya mudah di kelupas dari kayu.

2. Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulanya. caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2,5-5cm. (Matanya Di Tengah-tengah) Kemudian lapisan kayu di buang dengan hati-hati agar matanya tidak Rusak.

3. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang di sesuaikan dengan mata tempel, Dan lidah tersebut diungkit dari kayunya dan di potong setengahnya.

4. Masukkan mata tempel kedalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik Terus ikat temempelan dengan pita plastik putih dengan seluruh bagian tempelan.

5. Setelah 2-3 Minggu, Ikatan tempelan dapat di buka dan semprot/kompres dengan (ZPT). Kemudian tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel yang berwarna hijau segar dan melekat.

6. Pada okulasi yang jadi, Kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi melintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang. Tujuan untuk Mengkonsentrasiakan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata Tunas.

B. Penyambungan

1. Batang atas (Entres) berupa cabang (Pucuk cabang lateral).
2. Batang bawah di potong pada ketinggian 20 cm dari leher akar.
3. Potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah dengan panjang 2-5 cm.
4. Cabang entres di potong sepanjang 15 cm (3 mata) Dan dauny di buang, Kemudian pangkal batang atas di iris berbentuk baji. Dan panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah.
5. Btang atas di sisipkan kedalam batang bawah, Sehingga kambium keduanya dapat bertemu.
6. Ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin.
7. Kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik, Kemudian setelah berumur 2-3 minggu kerudung plastik dapat di buka untuk melihat keberhasilan sambungan.

Pemeliharaan Pembibitan

Pemeliharaan batang bawah meliputi :

A.Pemupukan : Pemupukan di lakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP Masing-masing 5 gram per tanaman (Di sebar mengelilingi) di sekitar tanaman.

B. Penyingan : Waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma.

C. Pengiran : 1 Minggu sekali (Apabila tidak Hujan).

D. Pemberantasan Hama dan Penyakit : Di semprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan, Fungisida yang di pergunakan adalah (Antracol atau Dithane). Sedangkan insektisida adalah (Supracide atau Decis). Bersama dengan ini Dapat pula di berikan Pupuk daun, Dan di tambah perekat (Agristic).

Pemindahan Bibit

Bibit okulasi grafting atau (Penempelan dan sambungan) dapat di pindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan setelah okulasi. Di Potong-potong hingga 80-100 cm dan daun di rompes.

Pengolahan Media Tanam

1. Persiapan : Persiapan yang di perlukan adalah Persiapan pengolahan tanah dan pelaksanaan survai. Dan tujuan untuk mengetahui jenis tanaman, Kemiringn tanah, Kedaan tanah, Menentukan kebutuhan tenaga kerja, Bahan peralatan, Dan biaya yang di butuhkan/perlukan.

2. Pembukaan Lahan : Tanah diolah dengan cara menyangkul tanah sekaligus membersihkan Sisa-sisa tanaman yang masih tertinggal.

3. Pembentukan Bedengan : Pada tanaman Apel bedeng hampir tidak di perlukan, Tetapi hanya peninggian alu penanaman.

4. Pengapuran :  Pengapuran bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH tanah, Pengapuran hanya di lakukan apabila pH Tanah kurang dari 6.

5. Pemupukan : Pupuk yang di berikan pada pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak (20 gram) per lubang tanam yang di campur merata dengan tanah, Setelah itu di biarkan selama 2 Minggu.

Teknik Penanaman

1. Penentuan Pola Tanam : Tanaman apel dapat di tanam secara monokultur maupun intercroping, Intercroping hanya dapat di lakukan apabila tanah belum tertutup tajuk-tajuk daun sebelum 2 tahun. Tetapi pada saat ini, setelah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat di lakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah, Seperti : Cabai, Bawang Dan yang lainya. Tanaman apel tidak dapat di tnam pada jarak yang terlalu rapat karena akan menjadi sangat rimbun yang akan menyebabkan kelembaban Tinggi, Sirkulasi Udara kurang, Sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit Jarak tanam yang ideal untuk tanaman apel tergantung varietas. Untuk varietas manalagi dan Prices Moble adalah 3-3,5 x 3,5 m, Sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2,5-3 m.

2. Pembuatan Lubang Tanam : Ukuran lubang tanm antara (50 x 50 x 50 cm) Sampai (1 x 1 x 1 m). Tanah atas dan tanah bawah di pisahkan, Masing-masing di campur pupuk kandang Kurang lebih 20 kg, Kemudian tanah di biarkan selama 2 minggu, Dan menjelang tanam tanah galian di kembalikan sesuai dengan asal mulanya.

3. Cara Penanaman : Penanaman apel di lakukan baik pada musim hujan atau kemarau (Di sawah) untuk lahan tegal dianjurkan pada musim hujan. Nah berikut di bawah ini cara menanam bibit apel adalah :

1. Masukkan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam.

2. Masukkan bibit di tengah lubang sambil diatar perakaranya agar menyebar.

3. Masukkan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan di tambah tanah galian lubang tersebut.

4. Apabila semu tanh telah masuk, Kemudian tanah di tekan-tekan secara perlahan dengan tangan agar agar bibit tertanam kuat dan lurus. Dan untuk menahan angin, Bibit dapat di tanam pada ajir dengan ikatan longgar.

Pemeliharaan Tanaman

1. Penjarangan Dan Penyulaman : Penjarangan tanaman tidak di lakukan. Sedangkan penyulaman di lakukan pada tanaman yang mati atau di matikan karena tidak menghasilkan dengan cara menanam tanaman barumenggantikan tanaman yang lama. Penyulaman sebaiknya di lakukan pada musim hujan.

2. Penyiangan : Penyiangan hanya di lakukan di sekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yng dinggap dapat mengganggu tanaman. Pada kebun yang di tanami apel dengan jarak tanam yang rapat sehingga Rumput-rumput tidak dapat tumbuh.

3. Pembubunan : Penyiangan yang biasanya di ikuti dengan pembubunan tanah, Pembubunan di maksutkan untuk meninggikan kembali tanah di sekitar tanaman agar tidaaak tergenang air dan juga untuk menggemburkn tanah. Pembubunan biasanya di lakukan setelah Panen atau bersamaan dengan pemupukan.

4. Perempalan/Pemangkasan : Bagian yang perlu di pangkas adalah bibit yang baru di tanam setinggi 80 cm, Tunas yang tumbuh di bawah 60 cm, Tunas-tunas ujung beberapa ruas dari pucuk, 4-6 mata dan bekas tangkai buah, Knop yang tidak subur, Cabang yng berpenyakit, Dan tidak produktif. Cabang yang menyulitkan bulan sampai di dapat bentuk yang di inginkan 4-5 tahun.

5. Pemupukan : Musim hujan/Tanah sawah. Bersamaan rompes daun.

Hama Dan Penyakit 

1. Hama. Kutu hijau (Aphis pomi Geer) 

Ciri : Kutu dewasa berwarna hijau kekuningan, Antena pendek, Panjang tubuh 1,8 mm, Ada yang bersayap dan ada pula tidak bersayap. Panjng sayap 1,7 mm, Berwarna hitam dan perkembangbiakan sangat cepat, telur dapat menetas dalam 3-4 hari.

Gejala : 1. Nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan menghisap cairan Sel-sel, Daun secara berkelompok di permukaan daun muda, terutama di ujung tunas muda, Tangkai cabang, bunga, dan buah,

2. Kutu menghasilkan embun madu yng akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (Embun jelaga) Dan daun berubah bentuk Mengkerut, Leriting, Terlambat berbunga, Buah-buah muda gugur, Jika tidak mutu buahpun terlihat jelek.

Pengendalian

1. Sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam jangan terlalu rapat.
2. Dengan musuh alami coccinellidae lycosa.
3. Dengan penyemprotan Supracide 40 EC (Ba Metidation) Dosis 2 cc/liter air atau 1-1,6 liter.
4. Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengn interval penyemprotan 2 minggu sekali.
5. Convidor 200 SL (b.a. Imidakloprid) Dosis 0,125-0,250 cc/liter air.
6. Convidor 200 SL dalam 600 liter/h air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali.
7. Convidor tersebut dapat mematikan sampai Telur-telurnya, Cara penyemprotan dari atas ke bawah. Dan penyemprotan di lakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan dan di lanjutkan 1-1,5 bulan setelah bunga mekar sampai 15 hari sebelum Panen.

2. Tungau, Spinder mite, Cambuk merah, (panonychus Ulmi)

Ciri : Warna mewrah tua, Panjang 0,6 mm.

Gejala

1. Tungau menyerang daun dengan menghisap cairan Sel sel daun.
2. Pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning buram, cokelat, Dan mengering.
3. Pada buah yang menyebabkan bercak Keperak-perakan atau cokelat.

Pengendalian

1. Dengan musah alami coccinellidae dan lycosa.
2. Penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air/hektar dengan interval 2 minggu.

3. Trips

Ciri : Berukuran kecil dengan panjang 1 mm, nimfa berwarna putih Kekuning-kuningan , Dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman, Bergerak dengan cepat dan apabila di sentuh akan segera terbang menghindar.

Gejala

1. Menjerang daun, kuncup/tunas, dan buah yang masih sangat muda.
2. Pada daun terlihat Berbintik-bintik putih, kedua sisi daun menggulung keatas dan pertumbuhan tidak normal.
3. Pada ujung daun tunas mengering dan gugur.
4. Pada daun meninggalkan bekas luka yang berwarna cokelat keabu-abuan.

Pengendalian

1. Secara mekanis dengan membuang Telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidak terlalu rapat.

2. Penyemprotan dengan intektisida seperti lannate 25 WP (b.a. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b.a. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada saat tanaman sedang bertunas, Berbunga, Dan pembentukan buah.

4. Ulat Daun (Spodopteralitura)

Ciri : Larva berwarna hijau dengan Garis-garis Abu-abu memanjang dari abdomen sampai kepala. Pada lateral larva terdapat bercak hitam yang berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran. Meletakkan telur secara berkelompok dan di tutupi dengan rambut halus yang berwarna cokelat muda.

Gejala : Menyerang daun, Mengakibatkan Lubang-lubang tidak teratur hingga Tulang-tulang daun.

Pengendalian.

1. Secara mekanis dengan membuang Telur-telur pada daun
2. Penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b.a. Metamidofos) Dan Nuvacron 20 SCW (b.a. Monocrotofos).

5. Serangga Penghisap Daun (Helopelthis Sp)

Ciri : Helopelthis theivora dengan abdomen warna hitam dan merah, sedangkan helopelthis Antoni dengan abdomen warna merah dan putih, Serangga berukuran kecil,panjang nimfa yang baru menetes 1 mmdan panjang serangga dewasa 6-8 mm. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum.

Gejala : Menyerang pada pagi hari, Sore atau pada saat keadaan berawan. Menyerang daun muda,Tunas dan buah buah dengan cara menghisap cairan sel, Daun yang terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris, Tunas yang terserang menjadi coklat, Mengering dan akhirnya mati juga, Serangan pada buah menyebabkan buah menjadi bercak bercak coklat, nekrose, dan apabila buah membesar, Bagian bercak bercak ini pecah, yang menyebabkan kualitas buah menurun.

Pengendalian :

1. Secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelonsongan buah.
2. Penyemprotan dengan insektisida seperti : Lannate 25 WP (b.a. Metomyl), Baycarb 500 EC (b.a. BPMC) Yang di lakukan pada sore hari atau pagi hari.

6. Ulat Daun Hitam (Dasychira Inclusa Walker)

Ciri : Larva mempunyai 2 jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kerah samping kepala, Dan pada bagian badan terdapat 4 jambul yang merupakan kumpulan serta berwarna coklat Kehitam-hitaman. Di sepanjang 2 sisi tubuh terdapat rambut yang berwarna Abu-abu dan panjang larva 50 mm.

Gejala : Menyerang daun muda dan yang tua, Dan tanaman yang terserang tinggal tulang Daun daunya dengan kerusakan 30%. Dan pada siang hari larva bersembunyi di balik daun. 

Pengendalian :

1. Secara mekanis dengan membuang telur telur yang biasanya di letakkan pada daun.
2. Penyemprotan insektisida Seperti : Nuvacron 20 SCW (b.a. Monocrotofos) Dan matador 25 EC.

7. Lalat Buah (Rhagloletis Pomonella)

Ciri : Larva tidak berkaki, Setelah menetas dari telur 10 hari kemudian dapat segera memakan daging buah,Warna lalat hitam, Dan kaki Kekuning-kuningan lalu meletakkan telur pada buah,

Gejala : Bentuk buah menjad jelek,Dan terlihat benjol-benjol.

Pengendalian :

1. Penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC.
2. Membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyleugenol sebanyak 0,1 cc lalu di teteskan pada kapas yang sudah di tetesi Insektisida 2 cc. Dan kapas tersebut di masukkan ke botol plastik (Bekas air mineral) Yang di gantungkan dengan ketinggian 2 meter,Karena aroma yang mirip Bau-bau yang di keluarkan sang betina, Maka si jantan tertarik dan menghisap kapas tersebut.

Penyakit

1. Penyakit Embun Tepung (Powdery Mildew)

 Penyebab : Padosphaera leucottich Salm. Dengan Stadia imperfeknya adalah oidium Sp.

Gejala :

1. Pada daun atas tampak Memutih atau putih, Tunas tidak normal, kerdil dan tidak berbuah,
2. Pada buah berwarna coklat, Dan berkutil coklat.

Pengendalian

1. Memotong tunas atau bagian yang sakit dan di bakar.
2. Dengan menyemprotkan fungisida Nimrod 250 EC (2,5-5 cc/10 liter air (500 liter/Ha) Atau Afugan 300 EC (0,5-1 cc/liter air (Pencegahan) Dan 1-1,5 cc/liter air Setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 Hari.

Penyakit Becak Daun (Marssonina coronaria J.J. Davis)

Gejala : Pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat brecak putih yang tidak teratur, Berwarna coklat, Dan permukaan atas timbul titik-titik hitam, Di mulai dari daun tua, Daun muda hingga seluruh bagian Gugur.

Pengendalian :

1. Jarak tanam tidak terlalu rapat, Dan bagian yang terserang di buang atau di bakar.

2. Di semprot fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air, Dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 Aplikasi atau delseme MX 200 2gram/liter air, Henlate 0,5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu.

3. Jamur upas (Cortisium salmonicolor berk et Br).

Pengendalian : Mengurangi kelembaban kebun, Dan menghilangkan bagian tanaman yang sakit.

4. Penyakit kanker (Botryosphaeria Sp)

Gejala : Menyerang batang/cabang (Busuk, Warna coklat kehitaman, Dan terkadang mengeluarkan cairan). Dan buah (Bercak kecil warna coklat muda, Busuk, Mengelembung, Berair, Dan warna buah memucat.

Pengendalian :

1. Tidak memanen buah terlalu masak.
2. Mengurangi kelembaban kebun.
3. Membuang bagian yang sakit.
4. Pengerokkan batang yang sakit kemudian diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz.
5. Di semprotkan Benomyl 0,5 gram/liter air, Antracol 70 WP 2 gram/liter air.

5. Busuk buah (Gloeosporium Sp)

Gejala : Bercak kecil coklat dan berbintik-bintik hitam berubah menjadi Orange.
Pengendalian : Tidak memetik buah terlalu masak, Dan pencelupan dengan Benomyl 0,5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan.

6. Busuk Akar (Armilliaria Melea)

Gejala : Menjelang tanaman apel pada daerah dingin basah, D itandai dengan layunya daun, Gugur, Dan kulit akar membusuk.

Pengendalian : Dengan Eradifikasi, Yaitu membongkar/Mencabut tanaman yang terserang beserta Akar-akarnya, Dan bekas lubang tidak di tanami minimal (1 tahun).

8. Panen

Ciri-ciri Dan Umur Panen

Pada umumnya buah apel dapat di panen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar. Dan tergantung pada varietas dan iklim. Rome beauty dapat di petik pada umur sekitar 120-141 hari dari bunga mekar, Dapat di panen pada umur 141 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. Tetapi pada musim hujan dan tempat yang lebih tinggi, Umur buah lebih panjang.

Pemanenan yang paling baik di lakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (Ripening), Yaitu tingkat di mana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah di panen. Ciri masak fisiologis Buah apel adalah : Ukuran buah terlihat maksimal, Aroma buah mulai terasa, Dan warna buah tampak cerah segar dan apabila di tekan terasa (Kres).

Cara Panen

Pemetikan apel di lakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempk untuk setiap kebun.

Periode Panen

Priode panen apel adalah, 6 bulan sekali bedasarkan siklus pemeliharaan yang sudah di lakukan.

Prakiraan Produksi

Produksi buh apel sangatlah tergantung dengan Varietas, Dengan secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/Pohon.

PascaPanen

1. Pengumpulan : Setelah di petik, Buah apel di kumpulkan pada tempat yng teduh atau tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga di dapatkan apel yang tinggi kualitas juga kuantitasnya. Penggumpulan di lakukan dengan Hati-hati kalau bisa jangan di tumpuk dan di lempar-lemparkan. Kemudian di bawa dengan keranjang di gudang untuk di seleksi.

2. Penyortiran dan penggolongan : Penyortiran di lakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas dari penyakit dengan buah yang jelek atau buah yang berpenyakit. Agar penyakit tidak tertular keseluruhan buah yang di panen yang dapat menurunan mutu produ. Penggolongan di lakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis variets, Ukuran dan kualitas buah.

3.Penyimpanan : Pada dasarnya buah apel dapat di simpan lebih lama di banding dengan buah-buahan yang lain, Misalnya, Rome beauty 21-28 hari (Umur petik 113-120 hari) Atau 7-14 hari (Umur petik 127-141 hari).Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan) Haruslah di simpan pada suhu minus 6-0 deajat C dengan precooling 2,2 derajat C.

4.Pengemasan Dan Transportasi : Kemasan yang di gunakan adalah kardus dengan ukuran (48 x 33 x 37 cm) Dengan berat 35 kg buah apel. Dasar dan diatas susunan apel perlu di beri potongan kertas dan di susun miring (Tangkaisejajar panjang kotak).Kemudian dasar kotak di isi 3-3 atau 2-2 atau juga berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah.

10 Analisis Ekonomi Budidaya Tanaman

Analisis UsahaBudidaya : Perkiraan analisis budidaya apel skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah jawa timur pada tahun 1999 adalah seperti berikut :

a) Biaya Produksi1. Lahan sewa 10 tahun @ Rp. 1.000.000, - Rp. 10.000.000, -2. Bibit Tanaman 400 @ Rp. 3.500, - Rp. 1.400.000, -3. Pupuk Kandang- Tahun Ke-1, 67 m3 @ Rp. 15.000, - Rp. 1.005.000, -- Tahun Ke-2, 83 m3 Rp. 1.245.000, -- Tahun Ke-3, 100 m3 Rp. 1.500.000, -- Tahun Ke-4, 125 m3 Rp. 1.875.000, -- Tahun Ke-5, 150 m3 Rp. 2.250.000, -- Tahun Ke-6, 175 m3 Rp. 2.625.000, -4. Pupuk Urea- Tahun Ke-1, 80 kg @ Rp. 1.410, - Rp. 112.800, -- Tahun Ke-2, 100 kg Rp. 141.000, -- Tahun Ke-3, 145 kg Rp. 204.450, -- Tahun Ke-4, 152 kg Rp. 214.320, -- Tahun Ke-5, 222 kg Rp. 313.020, -- Tahun Ke-6, 333 kg Rp. 469.530, -5. Pupuk SP 36- Tahun Ke-1, 65 kg @ Rp. 2.055, - Rp. 133.575, -- Tahun Ke-2, 85 kg Rp. 174.675, -- Tahun Ke-3, 100 kg Rp. 205.500, -- Tahun Ke-4, 100 kg Rp. 205.500, -- Tahun Ke-5, 111 kg Rp. 228.105, -- Tahun Ke-6, 166 kg Rp. 341.130, -6. Pupuk KCl- Tahun Ke-1, 26 kg @ Rp. 2.550, - Rp. 66.300, -- Tahun Ke-2, 50 kg Rp. 127.500, -- Tahun Ke-3, 73 kg Rp. 186.150, -- Tahun Ke-4, 152 kg Rp. 387.600, -- Tahun Ke-5, 333 kg Rp. 849.150, -- Tahun Ke-6, 500 kg Rp. 1.275.000, -7. Pupuk daun- Tahun Ke-1, 3 liter @ Rp. 54.000, - Rp. 162.000, -- Tahun Ke-2, 6 liter Rp. 324.000, -- Tahun Ke-3, 8 liter Rp. 432.000, -- Tahun Ke-4, 10 liter Rp. 540.000, -- Tahun Ke-5, 10 liter Rp. 540.000, -- Tahun Ke-6, 10 liter Rp. 540.000, -8. Obat Dan Pestisida (Antracol, Karathane, Nimrod, Dimecron, dll)- Tahun Ke-1 Rp. 3.000.000, -- Tahun Ke-2 Rp. 4.400.000, -- Tahun Ke-3 Rp. 4.840.000, -- Tahun Ke-4 Rp. 5.668.000, -- Tahun Ke-5 Rp. 8.400.000, -- Tahun Ke-6 Rp. 11.104.000, -9. PERALATAN- Cangkul 20 buah @ Rp. 15.000, - Rp. 300.000, -- Sprayer 3 buah @ Rp. 300.000, - Rp. 900.000, -- Gunting Pangkas 5 buah @ Rp. 50.000, - Rp. 250.000, -10. Tenaga Koperasi Karyawan Bhakti Samudera- Tenaga Tetap 1 orangutan Rp. 960.000, - Rp. 5.760.000, -- Pengolahan Lahan tahun Ke-1 15 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 75.000, -- Pengolahan Lahan tahun Ke-2-6, 40 HOK @ Rp. 200.000, - Rp. 1.000.000, -- Buat Lubang Tanam 70 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 350.000, -- Penanaman 30 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 150.000, -- Penyiangan 20 HOK / thn @ Rp. 100.000, - Rp. 600.000, -- Pemupukan- Tahun Ke-1 dan Ke-2, 30 HOK @ Rp. 150.000, - Rp. 300.000, -- Tahun Ke-3 40 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 200.000, -- Tahun Ke-4, 50 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 250.000, -- Tahun Ke 5, 65 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 325.000, -- Tahun Ke-6, 75 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 375.000, -- Pengendalian HPT- Tahun Ke-1, 24 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 120.000, -- Tahun Ke-2, 36 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 180.000, -- Tahun Ke-3, 48 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 240.000, -- Penyemprotan Hama- Tahun Ke-1, 50 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 250.000, -- Tahun Ke-2, 65 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 325.000, -- Tahun Ke-3, 60 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 300.000, -- Penyemprotan penyakit- Tahun Ke-1, 20 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 100.000, -- Tahun Ke-2, 30 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 150.000, -- Tahun Ke-3, 30 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 150.000, -- Penyabutan batang- Tahun Ke-2, 16 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 80.000, -- Tahun Ke-3, 20 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 100.000, -- Tahun Ke-4, 30 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 150.000, -- Tahun Ke-5, 50 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 250.000, -- Tahun Ke-6, 50 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 250.000, -- Pengairan- Tahun Ke-1, 2, 3: 30 HOK / tahun @ Rp. 150.000, - Rp. 450.000, -- Tahun Ke-4, 5, 6: 40 HOK @ Rp. 200.000, - Rp. 600.000, -- Pemangkasan- Tahun Ke-2, 22 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 110.000, -- Tahun Ke-3, 30 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 150.000, -- Tahun Ke-4, 50 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 250.000, -- Tahun Ke-5, 60 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 300.000, -- Tahun Ke-6, 60 HOK @ Rp. 5.000, - Rp. 300.000, -Jumlah Wesel Produksi selama 6 tahun Rp. 83.125.305, -2) Pendapatan (MULAI Produksi tahun Ke-3)1. Tahun Ke-3: 2.900 kg @ Rp. 5.000, - Rp. 14.500.000, -2. Tahun Ke-4: 3.825 kg @ Rp. 5.000, - Rp. 19.125.000, -3. Tahun Ke-5: 4.990 kg @ Rp. 5.000, - Rp. 24.950.000, -4. Tahun Ke-6: 6.760 kg @ Rp. 5.000, - Rp. 33.800.000, -Number pendapatan Rp. 92.375.000, -3) Keuntungan Dalam, 6 tahun Rp. 9.249.695, -4) Parameter kelayakan Pratama Afiliasi1. B / C ratio = 1,1

Menurut analisis Pudji Santoso dkk (1988) menunjukkan bahwa pada Bambang Sularso BEP apel pertanian di tanah sawah Rp. 33.916.000 untuk lahan tegal dan Rp. 45.034.000 dapat dicapai pada area minimal 0.164 ha (padi) dan 0,39 ha (dost). Ini berarti bahwa jika petani menanam apel lebih dari skala minimum, petani mendapat keuntungan.

Gambaran Peluang Agribisnis

Dalam hal agribisnis, apel tergolong tanaman yang sangat komersial. Hal ini didukung oleh beberapa alasan, yaitu:

1) Iklim: Apel merupakan tanaman yang selektif. Artinya apel merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh dan berkembang di daerah-daerah tertentu di mana iklim yang mendukung. Tanaman apel di banyak negara di dunia yang diproduksi oleh empat musim, sementara hanya beberapa daerah di daerah tropis sukses contoh Malang.

2) Pasar apple Indonesia; selama pasar Apple Indonesia diimpor dari negara-negara Eropa dan Australia. Sejak bekembangnya apel pasar di Indonesia secara bertahap diambil alih oleh produksi dalam negeri. Hal ini dapat dilihat bahwa data BPS menunjukkan peningkatan nasional apel produksi 7.303.372 ton (1984) menjadi 9.046.276 ton (1988), meningkat 17,5%. Target akhir adalah pemenuhan konsumsi nasional dan ekspor.

3) Faktor lain, yaitu, pengembangan komoditas agro sebagai apel dan pengembangan makanan olahan seperti bubur apel jelly apel dan apel.

Produksi Stanhdar

1. Ruang Lingkup

Standar produksi meliputi: persyaratan mutu, metode pengujian kualitas, metode pengambilan sampel dan cara pengemasan.

2. Diskripsi

3. Klasifikasi dan Standar Mutu

Kualitas standar selama ini berlaku:
a) Grade A = 15,9% (31-4 buah / kg)
b) Grade B = 45,2% (5-7 buah / kg)
c) Grade C = 29,6% (8-10 buah / kg)
d) Kelas D = 7,0% (11-15 buah / kg)

4. Pengambilan

Sampel diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah. Sampel yang diambil dari masing-masing paket 20 buah dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh-contoh secara acak bertingkat (startified random sampling) sampai minimal 20 buah untuk analisis.

a. Jumlah dalam kemasan partai (lot) sampai 100, sampel yang diambil 5.
b. Jumlah dalam kemasan partai (banyak) 101-300, sampel yang diambil 7.
c. Jumlah dalam kemasan partai (banyak) 301-500, 9 sampel diambil.
d. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000, 10 sampel diambil.
e. Jumlah dalam kemasan partai (banyak) lebih dari 1000, sampel diambil 15 (minimum).
Petugas pengambilan sampel harus memenuhi syarat orang-orang yang berpengalaman atau dilatih di muka dan memiliki hubungan dengan badan hukum.

5. Pengemasan

Apel dikemas dengan peti kayu / bahan lain yang cocok dengan berat bersih maksimum 30 kg. Label pada kemasan luar yang berbunyi sebagai berikut: nama item, ukuran kelas, jenis kualitas, nama / kode perusahaan, berat bersih, negara / tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Terbaik Budidaya Dan Menanam Apel tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/07/tips-terbaik-budidaya-dan-menanam-apel.html

Tips Budidaya Karet Unggul

Pohon karet para pertamakali tumbuh di negara Amerika selatan, Namun, Setelah percobaan Berkali-kali oleh (Henry Wickham). Pohon ini berhasil di kembangkan dan berkembang di Asia tenggara, Dimana pada saat ini tanaman ini banyak di kembangkan, Dan saat ini Asia merupakan sumber karet alami. Lebih dari setengah karet yang di pergunakan pada saat ini adalah (Sintetik). Tetapi beberapa juta Ton karet alami masih di produksi pada setiap tahun. Dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa Industri termasuk (Otomotif dan Militer).

Tips Budidaya Karet Unggul (Pohon Karet Para)


Pendahuluan.

Tujuan utama pasaran karet (hevea brasiliensis) Indonesia adalah ekspor. Dan di pasaran Internasional (Perdagangan Bebas) Produk karet Indonesia Menghadapi persaingan Ketat.

Syarat Pertumbuhan

1.- Suhu udara (240C - 280C)
2.- Curah hujan (1.500 - 2.000 mm/Tahun)
3.- Penyinaran matahari antara (5-7 Jam/Hari)
4.- Kelembaban Tinggi.
5.- Kondisi tanah subur, Dapat meneruskan air dan tidak berpadas.
6.- Tanah Ber-pH 5-6 (Batas toleransi 3-8).
7.- Ketinggian lahan (200 m dpl).

Pedoman Teknis Budidaya

1. Pembibitan.
2. Persemaian perkecambahan.
3. Benih di semai di bedengan dengan lebar (1-1,2 m) Panjang sesuai tempat.
Tebarkaqn natural Glio yang telah terlebih dahulu di kembang biakkan dalam pupuk kandang (1 mg).
4. Bedengan di naungi Jerami/Daun Setinggi (1 m) di sisi timur Dan (80 cm) Di sisi baarat.
5. Benih di rendam (POC NASA) Selama (3-6 Jam) - (1 Tutup/Liter air).
6. Benih di semaikan lansung di siram larutan POC NASA (0,5 Tutup/Liter Air).
7. Jarak tanaman benih (1-2 cm).
8. Siram benih secara teratur, Dan benih yang normal akan berkecambah pada (10-14 hss) Kemudian di pindahkan ketempat persemaian Bibit.

Persemaian Bibit

1. Tanah di cangkul sedalam (60-75 cm) Kemudian dihaluskan dan di ratakan.
2. Buat bedengan setinggi (20 cm) Dan parit antar bedengan sedalam (50 cm).
3. Benih yang berkecambah di tanam dengan jarak (40x40x60 cm) Untuk akulasi coklat dan (20x20x60) Untuk akulasi hijau.
4. Penyiraman di lakukan secara teratur.
5. Pemupukan :
Pupuk Makro : (Di Berikan 3 bulan sekali) GT 1 : 8 gr urea, 4 gr TSP, 2 gr KCI Perpohon. LCB 1320 : 2,5 gr urea, 3 gr TSP, 2 gr KCI Perpohon. POC NASA : 2-3 cc/Liter air perbibit di siramkan (1-2 Minggu sekali).

Pembuatan Kebun Entres       

1. Cara penanaman dan pemeliharaan sama seperti menanam Bibit okulasi.
2. Bibit yang di gunakan dapat berbentuk bibit stump atau bibit polybag.
3. Jarak tanam (1,0 m x 1,0 m).
4. Pemupukan :
Pupuk Makro : (Di berikan 3 bulan sekali).
Tahun pertama : (10 gr urea, 10 gr TSP, dan 10 gr KCI/Pohon).
Tahun kedua : (15 gr urea, 15 gr TSP, 15 gr KCI/Pohon). 
POC NASA : 2-3 cc/Liter air perbibitdi siramkan 1-2 minggu sekali.

Okulasi, okulasi ada dua macam, Seperti, Okulasi coklat, dan Okulasi hijau.
Keteranganya : Okulasi coklat, Dan Okulasi hijau. Umur batang bawah (9-18 bulan) Dan 3-8 bulan diameter batang 10 cm dari tanah 2 cm. 1-1,5 cm kKayu akulasi,Dari kebun entres,Warna hijau tua dan coklat,diameter 1,5 - 3 cm.

Dari kebun Entres umur 1-3 Bulan, Warna masih hijau atau telah terbentuk 1-2 Payung. 

1. Teknik Okulasi  : Keduanya Sama saja
2. Buat jendela Okulasi Sepanjang (5-7 cm, Dan lebar 1-2 cm). 
3. Persiapkan mata Okulasi.
4. Pisahkan kayu dari kulit (Perisai).
5. Masukkan perisai kedalam Jendela. 
6. Membalut, Gunakan pita plastik / rafia tebal 0,04 mm.
7.Setelah 3 minggu, Pembalut di buka, Jika Pesriasi sedikit masih hijau segar,Maka Okulasi berhasil. Di ulangi 1-2 minggu kemudian.
8.Apabila bibit akan di pindahkan di potong miring batang bawah 10 cm diatas Okulasi.
9. Bibit Okulasi yang di pindahkan dapat berbentuk stum mata tidur, stum tinggi, stum mini,dan bibit polibag.

Pengolahan Media Tanam

1. Tanah di bongkar dengan cangkul atau Traktor, Kemudian di bersihkan dari sisa Akar.
2. Pembuatan teras untuk tanah dengan kemiringan (10 Derajat) Dan lebar minimal (1,5) dengan jarak antar teras tergantung dari jarak tanam.
3. Pembuatan rorak Atau (Kayu panjang) Pada tanah landai. Rorak berguna untuk menampung tanah yang tererosi. Apabila telah penuh isi rorak di tuangkan pada areal di sebelah atas rorak.
4. Pembuatan saluran penguras dan saluran pinggiran jalan yang sesuai dengan kemiringan lahan dan di perkeras.

Teknik Penanaman

1. 3.3.1.Penentuan pola tanaman
2. 0-3 th tumpangsari dengan padi Gogo, Jagung, Kedele.
3. 3 th tumpang sari dengan jahe atau kapulogo.
4. 3.3.2. Pembuatan lubang tanam.
5. Jarak tanam (7x3 m) (476 Bibit/ha0.
6. Lubang tanam :
A. Okulasi stump mini (60 x 60 x 60 cm)
B. Okulasi stump Tinggi (80 x 80 x 80 cm)

Cara Penanaman

1. Masukkan bibit dan plastiknya kedalam lubang tanah dan biarkan (2-3 minggu).
2. Buka kantong plastik, tebarkan natural glio yang telah di kembangbiakkan dalam pupuk kandang 1 minggu dan Lalu di timbun dengan tanah galian.
3. Siramkan POC NASA yang telah di campur air secara merata (1 tutup/liter air perpohon) Hasil akan lebih baik/bagus jika menggunakan super nasa.
Caranya : 1 Botol super nasa Di encerkan dalam 2 liter (2000 ml) air di jadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter air di beri 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman di setiap pohon.

Pemeliharaan Tanaman

1. Penyulaman
Di lakukan pada saat tanaman 1-2 tahun

2. Pemupukan
Umur, Bulan.

Dosis POC NASA mulai awal tanam

0 - 36
2 -3 tutup / diencerkan secukupnya dan di siramkan di sekitar pangkal batang di setiap 4 -5 bulan sekali.
3 - 4 tutup / diencerkan secukupnya dan di siramkan di sekitar pangkal batang stiap 3 -4 bulan sekali.

Dosis POC NASA pada tanaman yang telah produksi tetapi tidak dari awal memakai POC NASA :

Tahap 1 : Aplikasikan 3 - 4 kali Berturut-turut dengan interval 1 - 2 bulan. Dan dosis 3 - 4 tutp / pohon.
Tahap ke 2 : Aplikasikan stiap 3 - 4 bulan sekali. Dan dosis 3 - 4 tutup / pohon.

Dengan cacatan : Akan lebih baik pemberian di selingi / ditambah super nasa 1 - 2 kali / tahun dengan dosis 1 botol untuk 3.000 tanaman.

Hama Dan Penyakit

Hama :
1. Kutu tanaman (Planococcus citri)
Gejala : Merusak tanaman dengan menghisap cairan dari pucuk batang dan daun muda. Bagian tanaman yang di hisap menjadi kuning dan kering.
Pencegahan : menggunakan BVR atau Pestona.

2. Tungau (Hemitarsonemus, Paratetranychus)
Gejala : Mengisap cairan daun muda, Daun tua, Pucuk, Sehingga tidak normal dan kerdil. Kemudian daun berguguran.
Pencegahan : Menggunakan BVR atau Pestona.

Penyakit

Penyakit yang menyerang di bagian akar, Batang Daun dan bidang sadap, Sebagian besar di sebabkan oleh jamur. Penyakit tersebut berikut antara lain :

1. Penyakit pada akar : Akar putih (Jamur Rigidoporus lignosus), Akar merah (Jamur Ganoderma pseudoferrum). Jamur Upas (Jamur Corticium salmonicolor).

2. Penyakit pada batang : Kanker bercak (Jamur Phytophthora palmivora). dan busuk pangkal batang (Jamur Botrydiplodia theobromae).

3. Penyakit pada bidang sadap : Kanker garis (Jamur Phytophthora palmivora) Mouldy rot (Jamur Ceratocystis fimbriata).

4. Penyakit pada daun : Embun tepung (Jamur Oidium heveae), Penyakit colletorichum (Jamur Coletotrichum gloeosporoides). Penykit Phytophthora (Jamur Phytophthora botriosa).

Pengendalian Dan Pencegahan Penyakit Karena Jamur     

1. Penanaman bibit sehat dan dari klon resisten
2. Pemupukan lengkap dan seimbang (Makro - Mikro) Dengan jenis pupuk, Dosis, Dan waktu yang tepat.
3. Taburkan natural Glio sebelum atau pada saat tanam sanitasi kebun.
4. Pemangkasan tanaman penutup yang terlalu lebat.
5. Bagian yang terserang secepatnya dddi musnahkan.
6. Penyadapan tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dekat dengan tanah.
7. Pisau sadap steril. 
8. Khusus penyakit embun tepung : Daun berguguran lebih wal dan segera di pupuk nitrogen dengan dosis 2 kali lipat dan di semprot POC NASA 3 - 5 tutup/tangki.

Dengan Cacatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat di pergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan, tambahkan perekat perata AERO 810, Dosis 5 ml (1/2 Tutup tangki. Penyemprotan herbisida (Untuk gulma) Agar lebih Efektif dan efisien dapat di campur perekat perata AERO 810, Dosis 5 ml (1/2 Tutup/tangki).

Panen

Penyadapan pada umur 5 tahun. Dan dapat di lakukan selama 25 - 35 Tahun. Pemakaian POC NASA, HORMONIK Dan SUPER NASA Secara teratur akan mempercepat waktu penyadapan pertamakali dan memperlama usia produksi Tanaman.

Sekian terimakasih karena anda telah menyimak dan membaca artikel Tips Budidaya Karet Unggul tersebut, Semoga banyak manfaatnya untuk anda tentunya pengunjung saya http://sabdaalamnusantara.blogspot.com/2013/07/tips-budidaya-karet-unggul.html

Kamis, 28 Agustus 2014

11 Cara Tips Agar Membuat Blog SEO Friendly

11 Tips Agar Membuat Blog SEO Friendly

Written By Bang Dadan on Jumat, 01 Februari 2013 | 17.42


Blogging telah memberikan kesempatan yang luar biasa bagi individu rata-rata untuk membuat dan mendistribusikan konten mereka sendiri di mana-mana.
Ini platform komunikasi revolusioner telah memungkinkan penerbit untuk menjangkau lebih mudah dan cepat kepada khalayak yang sangat ditargetkan. Ini telah memungkinkan para pemimpin pemikiran baru untuk datang ke menonjol dan memenangkan orang asing ke cara berpikir mereka.

Untuk internet marketer cerdas, blogging telah menjadi sebuah metode untuk mencapai jumlah besar dari klien potensial. Namun, blogging adalah tidak lebih dari sebuah platform komunikasi. Pemasar online yang memandang blogging sebagai cara untuk memasarkan ide-ide mereka dan merek perlu memasukkan SEO untuk menyebarkan berita tentang apa yang mereka tawarkan.

HAmpir semua blogger menganggap SEO sebagai bagian dari strategi menulis mereka, karena bisa memberikan kualitas baik terhadap konten blog. Mereka menggunakan blog mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka dan berbagi pengetahuan mereka dengan penonton. Ini juga merupakan cara bagi mereka untuk jaringan dengan berpikiran pemimpin pemikiran.

Jika Anda adalah blogger pemula, Anda perlu memahami bahwa SEO adalah komponen yang sangat penting dari blogging. Tidak ada gunanya dalam menayangkan pikiran dan perasaan Anda jika orang tidak dapat menemukan mereka. Anda perlu SEO untuk menarik pembaca yang tepat untuk konten Anda.

Inilah 11 Tips Agar Membuat Blog Anda SEO Friendly

1. Membantu orang untuk menemukan Anda dengan mudah

Bagaimana bisa orang menemukan blog Anda di antara jutaan orang lain di Web? Pada dasarnya, topik utama blog Anda harus terhubung langsung ke apa yang orang ketik di Google ketika mereka mencari informasi yang berhubungan dengan topik Anda.
Setelah Anda punya ide yang baik, jangan sedikit riset dengan penggunaan alat freekeyword Google. Mungkin ada lebih tepat (artinya, lebih produktif) kata-kata dan frase untuk menargetkan daripada yang pertama yang datang ke pikiran Anda.

Jangan mencoba untuk menebak mana kata-kata orang mungkin gunakan untuk menemukan Anda. Anda ingin mempekerjakan kata kunci yang tepat bahwa orang-orang yang telah menggunakan untuk mencari informasi yang berkaitan dengan topik Anda. Gunakan alat kata kunci penelitian untuk mengidentifikasi mereka. Salah satu yang datang sangat sangat dianjurkan adalah Google AdWords Keywords Tool.
2. Selalu fokus pada pembuatan konten berkualitas tinggi

Konten Anda tidak harus mengesankan. Namun, tidak harus mengekspresikan ide-ide yang berguna dalam cara yang cerdas.
Berusaha untuk memberikan konten berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan audiens Anda. Konten tersebut akan membuat orang lebih mungkin untuk menjadi setia kepada Anda. Mereka juga lebih mungkin untuk berbagi konten Anda dengan orang lain. Semakin banyak orang berbagi konten Anda karena nilainya, backlink lebih alami akan terhubung ke blog Anda.

3. Tinggalkan komentar berarti pada blog orang lain

Saya menekankan kata yang bermakna di sini. Jangan hanya taburi pernyataan di mana-mana demi link dumping pada properti orang lain secara online.
Perlu diketahui bahwa link pada komentar menawarkan sangat sedikit dalam cara SEO manfaat. Apa yang mereka yang besar untuk ini mengingatkan orang lain tentang apa yang harus Anda katakan pada topik-topik tertentu. Ketika mereka menyukai apa yang mereka baca dari Anda, ada kemungkinan mereka akan mengklik link anda untuk mempelajari lebih lanjut tentang Anda. Pastikan bahwa blog Anda mengomentari yang terkait dengan niche Anda, sekalipun.

4. Gunakan platform blogging extensible

Blogger.com, yang dimiliki oleh Google, yang populer di kalangan blogger pemula. Tapi setelah Anda dewasa sebagai seorang blogger, Anda mungkin akan ingin beralih ke Wordpress - salah satu platform blogging yang paling fleksibel dan extensible yang tersedia.
Anda dapat mempersenjatai Anda blog Wordpress dengan plugin dan ekstensi untuk membuatnya fleksibel dan semi-otomatis, yang akan membuatnya lebih mudah dan lebih cepat bagi Anda untuk mengelola tata letak, internal menghubungkan, dan moderasi komentar.
WordPress juga memiliki plugin yang membuat SEO jauh lebih mudah. Misalnya, plugin dapat membantu Anda membuat sitemap yang memungkinkan mesin pencari untuk menjelajah blog Anda lebih efektif.
5. Gunakan domain sendiri

Menggunakan domain Anda sendiri tidak hanya bermanfaat dalam hal peringkat lebih tinggi dalam pencarian. Hal ini juga membuat situs Anda terlihat lebih kredibel.
Otoritas adalah salah satu faktor peringkat bahwa Google dan mesin pencari lainnya digunakan. Juga, dengan nama domain yang menyandang nama merek Anda, audiens Anda akan mengagumi Anda lebih, mereka akan cenderung menganggap Anda cukup serius tentang blogging

6. Membuat beban situs Anda lebih cepat

Search engine mengambil kecepatan beban menjadi pertimbangan ketika mereka peringkat situs. Peringkat Anda bisa menderita dampak negatif jika blog kecepatan beban Anda lambat.
Juga, kecepatan beban yang cepat memberikan pengalaman pengguna yang lebih positif. Tidak ada yang mengganggu pengunjung lebih dari halaman yang beban pada siput (kecuali mungkin pop-up!).

7. Jauhkan judul pendek dan sederhana

Tidak apa-apa untuk menggunakan judul pintar yang bisa menarik perhatian orang, jika Anda bisa tetap pendek dan sederhana. Judul halaman muncul dalam pencarian, tapi layak hanya 64-70 karakter . Pastikan Anda menggunakan kata kunci Anda sangat awal dalam judul, bukan menjelang akhir itu. Google menempatkan nilai lebih pada judul dan tag judul yang memiliki kata kunci dekat awal

8. Keyword mengoptimalkan gambar

Gambar menarik pembaca. Mereka membuat posting blog lebih menarik. Itulah bagian manusia. Untuk mesin pencari, Anda perlu membantu mereka memahami apa gambar Anda adalah semua tentang dengan memasukkan tag alt.
Search engine spider tidak memahami gambar (setidaknya saat ini). Satu-satunya cara bagi mereka untuk mengetahui apa yang ada di gambar adalah jika mereka terikat dengan tag alt yang mengandung kata kunci.

9. Menghubungkan internal Link

Ini sangat direkomendasikan bahwa Anda menghubungkan setiap posting blog Anda ke posting lainnya, posting terkait di situs. Ini mempromosikan baik tingkat bouncing, dan itu juga bagus untuk SEO.
Ada berbagai cara untuk melakukan hal ini. Anda dapat menghubungkan dalam posting, menempatkan "posting terkait" bagian sidebar, dan termasuk "fitur posting" bagian dalam homepage.

10. Menghubungkan eksternal Link

Periksa blog lain yang berhubungan dengan topik Anda. Kemudian link ke contoh terbaik. Pengguna Anda akan menghargai ketika Anda memberikan informasi tambahan yang berguna bagi mereka. Selain itu, para blogger Anda link ke akan senang dan dapat membalas budi dengan menghubungkan kembali ke blog Anda. Semua ini adalah baik untuk SEO.

11. Berikan Sambutan kepada tamu blog

Guest blogging atau tamu posting adalah salah satu dari top hari ini link-bangunan taktik. Ini memberi Anda kesempatan untuk membangun diri sebagai ahli di bidang Anda. Ini juga merupakan cara yang bagus untuk mendapatkan blog Anda perhatikan oleh blogger lain.
Blogging tamu menyediakan blog Anda dengan jus hubungan yang signifikan, terutama jika blog Anda bisa menulis untuk sebagai tamu adalah blog yang sangat berwibawa.

Kesimpulan
Apa pun yang Anda lakukan, jangan dipikirkan. Hanya mencoba untuk menjadi alami ketika blogging. Dengan segala cara, jangan mencoba untuk mengesankan orang lain. Hanya mengungkapkan apa yang harus Anda katakan sementara berjuang untuk membuat posting yang menawarkan nilai tinggi informasi kepada audiens Anda.

Mungkin sekian pembahasan kita kali ini tentang 11 Tips Agar Membuat Blog SEO Friendly, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua. dan apabila anda ingin mempelajari lebih lanjut tentang SEO silahkan baca artikel berikut tentang kumpulan tutorial SEO untuk Pemula.

Selamat membaca dan salam blogger..!!!

Sumber : http://www.cbd.web.id/2013/02/11-tips-agar-membuat-blog-seo-friendly.html